Membanding – bandingkan sesuatu itu adalah hal yang lumrah dan sudah menjadi fitrah manusia, takterkecuali di dunia IT banyak sekali para user maupun gamer melontarkan pertanyaan klasik, bagus yang mana antara prosesor AMD VS Intel untuk bermain game?, jawabanya adalah tergantung dana, kebutuhan dan spek komputer yang akan digunakan untuk bermain game itu sendiri, nah untuk itu kami mengulas sedikit topik tentang perbandingan yang satu ini secara ringan, mari kita simak bersama.

Dulu sekali, mungkin prosesor Intel boleh berjaya dan menjadi pionir tanpa tanding dengan berbagai macam prosesor yang mereka miliki, dengan performa terbaik di kelasnya (walaupun harganya sangat mahal), Intel selalu menjadi pilihan utama para pengguna komputer tak terkecuali para gamer komputer. Tetapi setelah Intel mendapatkan saingan yang cukup berat dari jajaran prosesor AMD, peperangan dikelas komputer termasuk komputer game pun kian menjadi-jadi sampai detik ini.
 
Sandy Bridge, Prosesor intel, lebih bagus dari AMD?
Sempat dikalahkan oleh AMD dikelas prosesor gaming, kini Intel tampaknya telah berhasil merebut tahta itu kembali, ini dimulai sejak lahirnya generasi Intel Sandy Bridge. Dulu Intel sempat kewalahan dengan jajaran prosesor AMD seperti AMD Athlon XP 2500 Barton, kemudian yang belum lama dengan keluarga Athlon II X2,X3,X4 juga dari keluarga Phenom II seperti Phenom II X2 dan Phenom II X4 yang terkenal dengan kode Black Edition yang mampu di overclock dengan sangat mudah. Prosesor AMD tersebut memiliki performa yang setara dengan Intel tetapi dengan harga yang lebih ekonomis (dulu), ini tentu saja menjadi angin segar waktu itu dimana para gamer banyak yang mulai berpaling ke prosesor AMD untuk merakit komputer game murah dengan kualitas yang mumpuni.

Tetapi setelah Intel memperkenalkan keluarga Sandy Bridge yang disusul Ivy Bridge, Intel tampaknya telah berhasil menarik kembali para komputer gamer untuk melirik mereka. Ini bukan tanpa alasan, karena antara harga dan performa yang ditawarkan memang lebih baik dari tipe AMD. Ambilah contoh Intel Sandy Bridge i5-2500K, prosesor ini sangat bagus untuk bermain game juga mudah di overclock dan performa nya melebihi prosesor AMD di kelasnya. Untuk menemukan perbandingan kelemahan dan kelebihan antara AMD dan Intel memang tidaklah mudah karena tingkat persaingan kedua produsen tekhnologi ini teramat sangat ketat, saling berlomba untuk menjadi yang paling superior, kedua produsen prosesor terus berlomba menciptakan prosesor dgn kecepatan tertinggi. Sejak jamannya Pentium 4 kecepatan prosesor sudah lebih dari 1.000 MHz sehingga mulai populer lah satuan GHz (1 GHz = 1.000 MHz) dalam mengukur kecepatan prosesor. Perlombaan ini seakan tak ada batasnya, 2 GHz terlampaui, 3 GHz terlampaui.

Sampailah pada suatu titik dimana mulai terjadi keterbatasan (limitasi) dlm meningkatkan kecepatan prosesor. Limitasi yg paling sulit diatasi adalah temperatur. Semakin cepat prosesor, semakin tinggi panas yang dihasilkan, semakin diperlukan sistem pendinginan yg lbh canggih. Limitasi lain adalah konsumsi daya, semakin cepat prosesor, semakin banyak pula energi yang dibutuhkan untuk menjalankannya. Efisiensi lalu menukik tajam.

Pada titik ini, para perancang prosesor mulai menciptakan ajang adu balap yang baru, dlm hal ini adu kinerja dan efisiensi prosesor. Adu Balap Kinerja Prosesor Pihak pertama yg menyadari bahwa adu cepat, pada suatu titik, akan menjadi sebuah ke-sia²an adalah AMD. Mereka sadar akan sulit bersaing dengan Intel kalau mereka berpacu di lintasan balap yg sama. Mereka mengembangkan prosesor tdk lagi berbasis kecepatan tapi berbasis kinerja. Yang jadi ukuran bukan lagi tingkat kecepatan (speed rating) melainkan tingkat kinerja (perfromance rating).

Dengan cerdik AMD menamai prosesornya tidak dengan kecepatan (berapa GHz) tapi dengan angka perfromance ratingnya. Dan tolok ukurnya juga mereka sendiri yg menentukan. Jadi orang akan sulit memperbandingkan apple to apple antara prosesor AMD dan Intel pada saat itu. Contohnya, AMD mengeluarkan prosesor dgn kecepatan “hanya” 1.8 GHz, mereka memberi nama Athlon64 3000+. Angka 3000 secara tersamar mengacu ke angka 3 GHz. Mereka seakan hendak mengatakan bahwa Athlon64 3000+ (sekalipun kecepatannya hanya 1.8 GHz) memiliki kinerja mengimbangi prosesor (Intel) yg berkecepatan 3 GHz. Dan pada kenyataannya memang, lebih kurang, demikian.

Dengan kecepatan yg relatif rendah itu, maka panas yg dihasilkan tdk terlampau tinggi dan lbh hemat daya. Biaya produksinya pun bisa ditekan lebih rendah. Toh pada akhirnya para pengguna komputer tdk peduli berapa GHz kecepatan prosesornya, yang penting seberapa banyak output kinerjanya. Sesuai tidak dgn uang yg sdh mereka bayarkan. Akhirnya , mau tak mau, Intel juga menganut filosofi yg sama. Mereka menamai prosesor dgn kode² huruf dan angka yg tidak mengacu lagi kepada kecepatan. Pentium D 631 adalah salah satu contohnya.

Prosesor Berinti Banyak Ketika penggunaan komputer semakin meluas dan beragam, dituntut pula prosesor yang bisa mengerjakan beberapa tugas sekaligus. Sudah jamak sekarang ini orang mengetik laporan di komputer sekaligus mendengarkan musik dan pada saat yang sama dia sedang merubah (convert) file musiknya dari format CD ke format mp3 unt dipindah ke mp3 playernya. Istilahnya kerennya multi-tasking, mengerjakan beberapa hal sekaligus di satu komputer yg sama.

Intel VS AMD, perbandingan prosesor tanpa henti
Jadi, tidak mudah menjawab pertanyaan “mana yang lebih bagus untuk bermain game antara prosesor AMD VS Intel”, kita harus menetukan harga juga keperluan kita sendiri.
Kesimpulannya, jika ada pertanyaan seperti perbandingan prosesor Intel VS AMD, maka kita harus melihat banyak aspek yang termasuk harga didalamnya. Mungkin bagi sebagian orang akan merasa kesulitan menentukan prosesor apa yang bagus untuk bermain game. Ingat, performa prosesor tidak hanya dilihat dari clock speed saja seperti jaman purba dulu, tetapi bisa dilihat dari chipset yang dipakai, jumlah core yang ada, jumlah cache memori, dll. Pastinya pertarungan Intel VS AMD akan terus berlangsung.. Semoga bermanfaat.




Artikel Terkait



  • Penyebab laptop Mati dengan sendirinya

    Penyebab laptop Mati dengan sendirinya


    19/01/15
    Secara umum laptop mati yang akhirnya menjadi laptop mati total ini disebabkan oleh dua hal berbeda. Penyebab laptop mati yang paling sering adalah kerusakan hardware…
  • 10 Pendiri Laptop terkenal

    10 Pendiri Laptop terkenal


    05/12/14
    Laptop adalah seperangkat alat kumputer yang mobile dan bisa dibawa kemana – mana, dewasa ini Laptop dan computer sangat membantu di setiap aktivitas manusia, hampir…
  • SOLUSI BIJAK BERBELANJA LAPTOP UNTUK ANAK SEKOLAH

    SOLUSI BIJAK BERBELANJA LAPTOP UNTUK ANAK SEKOLAH


    28/05/15
    Dengan semakin mahalnya harga – harga pokok dan BBM tentunya dibutuhkan kecerdasan, kebijaksanaan dan ketelitian dalam berbelanja untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan hidup, dibutuhkan kesadaran…
  • Mengenal Laptop, Notebook, Netbook dan Ultrabook

    Mengenal Laptop, Notebook, Netbook dan Ultrabook


    25/12/14
    Laptop adalah komputer jinjing dengan desain “clamshell” yang dirancang sebagai pengganti komputer desktop yang bisa ditaruh di pangkuan anda. Awalnya digunakan di bidang-bidang khusus seperti…
  • Perbedaan Haswell, Ivy Bridge, Sandy Bridge Pada Processor

    Perbedaan Haswell, Ivy Bridge, Sandy Bridge Pada Processor


    06/12/14
    Perbedaan Haswell, Ivy Bridge, Sandy Bridge Pada ProcessorProcessor adalah komponen penting didalam Perangkat Komputer atau Laptop, sperti sebuah jantung pada tubuh Manusia, dimana pusat dari…

Site Switcher

+

Layout Style

Color Style

orange blue green brown red